Hyred logo

Checklist CV ATS Friendly: Lolos Screening Otomatis Lebih Cepat

Gunakan checklist ATS ini untuk memperbaiki format CV, kecocokan kata kunci, dan peluang shortlist.

Tim Hyred · 8 Feb 2026 · 5 menit baca

Checklist untuk membuat CV ramah ATS

Checklist CV ATS Friendly: Lolos Screening Otomatis Lebih Cepat

CV ATS friendly bukan soal menumpuk kata kunci. Intinya adalah struktur, kejelasan, dan relevansi — tiga faktor yang menentukan apakah lamaran Anda lolos filter otomatis dan sampai ke tangan recruiter.

Menurut riset Jobscan, lebih dari 98% perusahaan Fortune 500 menggunakan Applicant Tracking System (ATS) untuk mengelola rekrutmen. Tapi bukan hanya perusahaan besar — perusahaan menengah dan startup yang berkembang cepat juga semakin bergantung pada software ATS seiring meningkatnya volume lamaran. Jika CV Anda tidak bisa di-parsing dengan benar oleh sistem ini, CV mungkin tidak akan pernah dilihat manusia.

Cara kerja sistem ATS

Software ATS mem-parsing CV Anda menjadi field data terstruktur: nama, informasi kontak, riwayat kerja, pendidikan, dan skill. Kemudian sistem meranking kandidat berdasarkan kecocokan kata kunci, relevansi, dan kadang resensi pengalaman. Algoritma spesifik bervariasi per vendor (Greenhouse, Lever, Workday, Taleo, dll.), tapi prinsip intinya sama: jika sistem tidak bisa mengekstrak informasi Anda dengan bersih, ranking Anda turun.

Studi 2020 oleh Harvard Business School dan Accenture menemukan bahwa filter ATS secara sistematis mengeksklusi kandidat yang sebenarnya berkualifikasi — peneliti memperkirakan lebih dari 27 juta "hidden workers" di AS saja tersaring oleh sistem otomatis meskipun mampu menjalankan pekerjaannya. Ini membuat optimasi ATS menjadi esensial, bukan opsional.

Checklist CV ATS friendly

Gunakan checklist ini sebelum mengirim lamaran apapun:

Struktur dan format

  • Gunakan target role yang spesifik di bagian atas CV Anda. Sistem ATS sering mencocokkan role yang Anda nyatakan dengan posisi yang terbuka.
  • Pakai heading standar. Gunakan heading yang dikenali seperti "Summary," "Experience," "Skills," dan "Education." Header kreatif seperti "Perjalanan Saya" atau "Yang Saya Bawa" bisa membingungkan parser.
  • Hindari elemen desain berat. Tabel, layout multi-kolom, header/footer, dan gambar yang di-embed sering merusak parsing ATS. Studi oleh TopResume mengkonfirmasi bahwa format kompleks adalah salah satu alasan paling umum CV di-parsing secara salah.
  • Gunakan format file standar. Kirim sebagai .docx atau .pdf kecuali dinyatakan lain. Beberapa sistem ATS lama kesulitan dengan format PDF, jadi .docx adalah default paling aman.
  • Konsisten dalam format tanggal dan jabatan. Gunakan format yang sama di seluruh dokumen (misalnya "Jan 2023 – Sekarang" atau "01/2023 – Sekarang").

Optimasi kata kunci

  • Letakkan kata kunci utama di konteks yang tepat, bukan sebagai daftar acak. Algoritma ATS semakin mengevaluasi konteks kata kunci. Menulis "Python: digunakan untuk membangun pipeline data otomatis yang memproses 50K records harian" jauh lebih efektif dari sekadar mencantumkan "Python" di bagian skills.
  • Cerminkan bahasa job description. Jika JD menulis "project management," jangan tulis "koordinasi proyek" — gunakan istilah yang persis sama di mana itu jujur berlaku.
  • Sertakan akronim dan istilah lengkap. Tulis "Search Engine Optimization (SEO)" daripada hanya "SEO" untuk menangkap kedua varian.

Kualitas konten

  • Tunjukkan hasil terukur di bullet pengalaman. Angka menciptakan kredibilitas. Daripada "Meningkatkan kepuasan pelanggan," tulis "Meningkatkan skor kepuasan pelanggan dari 72% menjadi 89% dalam enam bulan."
  • Pastikan halaman pertama mengkomunikasikan kecocokan role. Ranking ATS sering memberi bobot lebih pada konten yang muncul lebih awal di dokumen. Summary, judul jabatan pertama, dan bullet teratas Anda harus langsung menjawab requirement posisi.
  • Hapus pengalaman yang sudah usang atau tidak relevan. Pencocokan kata kunci ATS mempertimbangkan seluruh CV Anda. Role lama dengan kata kunci yang tidak relevan bisa mengencerkan skor relevansi Anda.

Cara validasi praktis

Sebelum mengirim CV apapun, jalankan validasi tiga langkah ini:

  1. Bandingkan kata kunci CV dengan requirement utama di JD. Highlight 8–10 skill atau kualifikasi terpenting di JD, lalu periksa apakah masing-masing muncul di CV Anda — idealnya dalam konteks di bagian pengalaman.
  2. Pastikan skill inti punya bukti nyata di pengalaman. Skill yang dicantumkan tanpa bullet pendukung memiliki bobot rendah. Untuk setiap skill utama, pastikan ada setidaknya satu bullet pengalaman yang menunjukkan cara Anda menggunakannya.
  3. Review halaman pertama secara kritis. Jika recruiter (atau ATS) hanya membaca setengah pertama CV Anda, akankah mereka memahami target role, kekuatan utama, dan pengalaman paling relevan Anda? Jika tidak, restrukturisasi.

Untuk cek awal yang cepat dan otomatis, gunakan review CV gratis.

Mitos ATS yang perlu diluruskan

Mitos: Sistem ATS otomatis menolak kandidat. Realita: Kebanyakan platform ATS meranking kandidat, bukan menolak mereka secara langsung. Namun jika CV Anda di-parsing buruk atau mendapat skor sangat rendah, CV bisa jadi efektif tidak terlihat dalam antrian kandidat recruiter.

Mitos: Anda harus menumpuk kata kunci untuk mengalahkan ATS. Realita: Sistem ATS modern lebih canggih dari sekadar penghitung kata kunci sederhana. Penggunaan kata kunci kontekstual dalam bullet pengalaman lebih efektif dari pengulangan kata kunci di daftar skill. Analisis Jobscan mengkonfirmasi bahwa penempatan kata kunci yang kaya konteks mengalahkan kepadatan kata kunci sederhana.

Mitos: CV yang didesain indah lebih menonjol. Realita: Dalam screening ATS, desain seringkali menjadi hambatan. CV bersih dan terstruktur dengan konten kuat akan konsisten mengungguli CV yang kompleks secara visual tapi tidak di-parsing dengan benar.

Setelah lolos ATS: lapisan manusia

Lolos ATS adalah langkah pertama. Setelah CV Anda melewati filter otomatis, recruiter manusia akan me-review-nya — dan mereka membawa bias dan keterbatasan waktu sendiri. Studi eye-tracking Ladders yang menemukan scanning awal 7,4 detik juga menunjukkan bahwa recruiter fokus utamanya pada judul jabatan, nama perusahaan, dan tanggal di pass pertama.

Artinya CV Anda harus bekerja di dua level: harus bisa di-parse ATS dan dipindai oleh pembaca manusia di bawah tekanan waktu. Bangun kemampuan dual tersebut dengan Career OS dan latih delivery interview lewat mock interview AI.

Checklist CV ATS Friendly: Lolos Screening Otomatis Lebih Cepat